Taruhan Bola Lima Legenda yang nomor punggungnya dipensiunkan

Update Terakhir: July 13, 2015

Lima Legenda yang nomor punggungnya dipensiunkan

Taruhan Bola – Dalam sepakbola, sebuah kesebelasan mengabadikan nomor punggung pemain adalah lumrah. Pemain yang mendapat kehormatan tersebut biasanya adalah pemain dengan tingkat loyalitas tinggi kepada klub. Meskipun usianya tak lagi muda, pemain-pemain ini terbukti setia membela klubnya.

Malaga, memutuskan untuk tak lagi menggunakan kostum nomor 22, setelah ditinggalkan oleh Isco, membuat banyak penikmat bola terkesima. Sejauh apa peran ISco untuk skuat Malaga hingga layak diberi kehormatan ini? Pertanyaan ini wajar mengingat usia Isco baru 21 tahun. Bermain bersama Malaga hanya 2 musim dengan total 69 laga saja. Bila dibandingkan, bahkan seorang legenda seperti Alessandro Del Piero saja harus merelakan kostum nomor 10 di Juventus digunakan oleh Carloz Tevez di musim depan.

Berikut ini beberapa pemain yang nomor kostumnya tidak digunakan lagi atau resmi turut pensiun dengan diri mereka:

1. Paolo Maldini : Kostum nomor tiga di AC Milan

Seorang legenda sepakbola Italia. Dari mulai debut hingga akhirnya pensiun, pemain bek ini terus setia membela AC Milan. Sering diposisikan sebagai bek kiri dan bek tengah, pria 188 cm ini mendapat kehormatan Untuk dedikasi terhadap klubnya, seragam bernomor 3 akan turut dipensiunkan sampai putranya, Christian, masuk ke skuat utama AC Milan.

2. Franco Baresi : Kostum nomor enam di AC Milan

Lagi-lagi dari AC Milan. Baresi, pemain belakang kegendaris yang berkarir di Milan dari tahun 1977 hingga 1997. Sepanjang kariernya Ia berdedikasi penuh membela skuad jawara La Liga ini. Nomor punggungnya, 6, kini dipensiunkan oleh Milan, sehingga tak akan ada lagi pemain AC Milan yang mengenakan nomor tersebut.

3. Gianfranco Zola : Kostum nomor 25 di Chelsea

Legenda dari Chelsea bernomor punggung 25 ini sangat berpengaruh selama dirinya memperkuat The Blues pada pertengahan tahun 90an. Tujuh musim merumput di Chelsea, Zola berhasil mempersembahkan dua gelar Piala FA, yakni di musim 1997 dan 2000. Prestasi membanggakannya itu membuatnya didaulat sebagai legenda.

4. Diego Maradona : Kostum nomor 10 di Napoli

Dari Barcelona, Maradona hijrah ke SSC Napoli pada tahun 1984 dan mencapai puncak kariernya dalam sepakbola. Ketika itu ia membawa klubnya menjadi juara Seri A untuk pertama kalinya dalam sejarah Napoli (1986/87 dan kemudian 1989/1990). Selain menjadi runner up Seri A pada tahun 1987/88 dan 1988/89. Bukan itu saja, Maradona pun membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian (musim 88/89), Napoli mengalahkan Vfb Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA. Maradona juga menjadi pencetak gol terbanyak dalam Liga Italia Seri A dengan 15 gol.

5. Raul Gonzales : Kostum nomor tujuh di Schalke 04

Menempati menempati urutan ke 12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepakbola Spanyol dengan 323 gol dari 741 pertandingan, semua gol yang ia persembahkan untuk Real Madrid. Hal ini membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang waktu. Ia selalu menggunakan kaus bernomor punggung 7 saat bermain untuk Spanyol, Real Madrid, dan Schalke 04. Maka dari itu, Schalke memberikan penghormatan khusus bagi Raul dengan tidak menggunakan lagi kostum nomor punggung 7 di Schalke. Taruhan Bola