Tak Berpengalaman, Tim Sherwood Percaya Bisa Sukses

Update Terakhir: April 1, 2015

Tak Berpengalaman, Tim Sherwood Percaya Bisa Sukses

Manajer baru Tottenham Hotspur Tim Sherwood mengakui bahwa penunjukkan pihak klub kepada dirinya sebagai manajer adalah perjudian yang dilakukan oleh pihak klub. Walaupun tak berpengalaman sebagai seorang manajer, ia sangat percaya tetap bisa meraih sukses bersama klub yang bermarkas di White Hart Lane itu. Sherwood ditunjuk manajemen Spurs untuk menjadi manajer. Menggantikan manajer sebelumnya yang didepak Andre Villas-Boas yang dinilai telah gagal untuk melatih sebuah tim. AVB dipecat setelah Spurs dipermalukan klub asal Marseyside Liverpool 0-5 ketika pertandingan berlangsung di White Hart Lane. Spurs juga pada beberapa pekan sebelumnya menelan kekalahan telak 0-6 dari tim asuhan Manuel Pellegrini di Etihad Stadium.

Penunjukkan pria 44 tahun ini sebagai manajer cukup mengejutkan bagi sebagian orang. Mengingat ia tak punya pengalaman sebagai manajer bersama tim manapun. Apalagi ia mewarisi skuat besar dan mahal dari AVB. Skuat yang dikumpulkan oleh AVB pada awalnya dibangun untuk memenuhi target lolos ke kompetisi Liga Champions. Laga pertama yang dijalani Sherwood tak berakhir dengan hasil manis. Spurs harus kalah 1-2 dari West Ham United di Piala Liga Inggris dan tersingkir di babak perempatfinal. Pada pertandingan ini statusnya masih sebagai pelatih sementara. Baru di pertandingan berikutnya ia berhasil membawa tim London utara itu menang ketika bertandang ke Southampton di Liga Inggris dengan skor 3-2. Setelah kemenangan yang diraih mantan gelandang The Lilywhites itu diangkat untuk menjadi manajer.

Sementara di pertandingan terakhir, Spurs kembali harus gagal memetik angka penuh. Melawan tim papan bawah West Bromwich Albion Roberto Soldado dkk hanya mampu bermain imbang 1-1 dan posisinya di klasemen sementara pun melorot satu tingkat ke urutan delapan. Berhasil dilewati oleh Manchester United yang punya selisih gol lebih baik. Keduanya sementara hanya berjarak delapan angka dari Arsenal yang memimpin klasemen dengan koleksi nilai 39. “Tentu saja hal ini merupakan sebuah perjudian karena saya tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Tapi ada banyak manajer bagus yang juga memulai sebuah pertandingan dengan situasi begini dan meraih sukses.”

“Saya dulu bukanlah seorang pemain profesional sampai saya benar-benar turun ke lapangan untuk bertanding. Ada ekspektasi tapi tidak ada tuntutan.” Menyusul penunjukkannya sebagai manajer, berkembang isu bahwa manajer yang punya tiga caps untuk tim nasional Inggris itu hanya sementara di kursi kepelatihan Spurs. Hingga klub bisa menemukan nama besar untuk memimpin klub. Soal ini ia menanggapinya dengan santai. “Saya menganggapinya sebagai sebuah penghinaan untuk saya, tapi itu hanya jadi hinaan jika saya melaju dan memenangi semua pertandingan.” “Apa yang bisa kami lakukan? Jika kami memenangi semua pertandingan lalu orang lain datang setelah saya memenangi liga Inggris. Maka saya akan pergi ke Real Madrid.”