David Moyes Yang Dihantui Oleh ‘Warisan’ Buruk Fergie

Update Terakhir: April 1, 2015

David Moyes Yang Dihantui Oleh ‘Warisan’ Buruk Fergie

Manajer Manchester United yang saat ini baru menjabat tampak seperti orang yang terisolasi karena mantan penguasa ruang ganti Old Trafford selalu melihat pertandingannya, dia juga memiliki skuad yang sedang cedera. David de Gea kembali kebobolan dua kali saat Manchester United kembali kalah, kali ini melawan Sunderland di ajang Capital One Cup. Manchester United tampil seperti superhero yang kekuatannya sedang diambil oleh lubang hitam, United menjadi tim yang gampang kalah dan yang lebih buruk adalah mereka kalah dari tim yang hanya memenangkan tiga pertandingan Premier League musim ini. Pada pertandingan itu United memang tertinggal, tapi tertinggal dari penalti dan pertandingan baru berjalan setengahnya, dan seperti yang kita kenal, Manchester United adalah tim yang terkenal dengan comebacknya, keganasan yang muncul saat timnya kebobolan.

Semoga saja Manchester United dapat mencapai final Piala liga, dan Moyes dapat menyetorkan trofi pertama dalam karir manajerialnya. Well, mungkin saja, tapi melihat pertandingan tadi pagi, mungkin saja tidak akan terjadi. Selama bertahun-tahun menangani Everton, Moyes telah berkali-kali mengalahkan siapapun yang berada di kursi manajer Sunderland. Mungkin kenangan masa lalu tersebut yang membuat Moyes tersenyum sebelum duduk di kursi Stadium of Light sebelum pertandingan dimulai. Beberapa saat kemudian, manajer Sunderland Gus Poyet yang juga berada diposisi yang genting, sama-sama mengalami musim buruk, bersalaman dengan Moyes. Satu-satunya perbedaan diantara keduanya adalah beban Moyes lebih berat karena nama Manchester United lebih mengglobal dan mendunia.

Kedua manajer yang bersalaman sebenarnya mendapatkan warisan yang tak mengenakkan dari pendahulu masing-masing. Moyes mendapatkan warisan skuad yang tak memiliki gelandang tengah karena Sir Alex gagal mendapatkan satupun gelandang tengah berkualitas selama enam musim, serta stok pemain medioker yang terlalu banyak. Ferguson yang menonton pertandingan di tribun Stadium of Light, tampak seperti pengawas yang membuat Moyes tak nyaman. Keberadannya tak menolong Moyes sama sekali, Moyes yang tak memiliki pemain kunci di lini depan setelah Robin van Persie dan Wayne Rooney cedera menyaksikan timnya tanpa kreativitas.

Klub yang kini menempati posisi ketujuh klasemen Premier League kesulitan di babak pertama karena cuaca yang sedang tak bersahabat. Mungkin alam tahu bahwa memberikan Manchester United kemenangan dengan mudah bukanlah tindakan yang dibenarkan. Dalam pertandingan melawan Sunderland, yang memiliki momen spesial tentu Adnan Januzaj, bocah belasan tahun yang mencetak dua gol di pertandingan debut melawan the black cats. Dia hampir mencetak gol andai saja tak dianulir oleh wasit karena off side.

Namun diakhir pertandingan, Moyeslah yang tak bisa bernafas dengan tenang. Manchester United kalah melawan tim yang terpuruk, dan lebih buruk lagi, tim tersebut adalah Sunderland – fansnya ikut merayakan gelar bersama City – Moyes juga harus berfikir tentang cara United untuk mencetak gol karena setan merah sangat jarang membuat gol dari permainan terbuka. United lebih banyak mencetak gol dari set-piece, tapi lebih buruknya lagi, mereka lebih gampang kebobolan dari set piece. Diakhir pertandingan itu, Moyes terlihat seperti pria yang sedang dalam kesendiriannya.